PKBM PLS UPI

Ayo belajar … !!

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills)

Bagian I (dari 5 bagian)

Oleh, Dadang Yunus L, S.Pd.

Salah satu aktivitas PKBM/LifeskillsSudah kita maklumi bersama bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama dalam pembangunan bangsa; di samping Sumber Daya Alam (SDA) baik hayati, non hayati maupun buatan; serta sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Apalagi masyarakat dan bangsa Indonesia kini sedang memasuki gerbang abad ke-21, era globalisasi yang penuh dengan tantangan, kompetitif serta membutuhkan manusia yang berkualitas tinggi.

Namun krisis moneter yang berkepanjangan di negeri ini telah menjadi hambatan global yang tidak mudah untuk dihadapi. Sehingga begitu banyak anak negeri yang tidak dapat mengenyam pendidikan sebagaimana yang dibutuhkannya. Sementara itu dewasa ini lebih tegas lagi diperlukannya pengembangan SDM Indonesia yang tangguh, berwawasan luas, terampil serta unggul, tapi dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya, religi dan konteks lokal, atau dalam istilah Kindervatter disebutnya indigenous.

Karena diharapkan SDM Indonesia yang berkualitas pada era reformasi mampu menghadapi persaingan global di abad ke-21 dengan ciri-ciri khas yang otentik sebagai nilai jualnya. Serta sebagai bukti dari produk Sistem Pembangunan Pendidikan Nasional yang mantap dan tangguh. Pembangunan itu sendiri merupakan proses perubahan dan pertumbuhan yang dilakukan secara sadar, berencana, berkelanjutan, bersifat multidimensional mengarah pada modernitas hidup, yakni mampu swasembada di semua bidang dan mengurangi ketergantungan kepada pihak lain serta merupakan upaya membina bangsa untuk mencapai kesejahteraan yang dilaksanakan secara serasi, selaras, dan seimbang.

Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh yaitu sebagai berikut: pertama peningkatan kualitas SDM secara fisik yang meliputi peningkatan kualitas kesehatan dan kesegaran jasmani, serta usaha meningkatkan kualitas perbaikan gizi masyarakat. Kedua peningkatan kualitas sumber daya manusia non fisik ditujukan bagi peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, pengembangan mental dan spiritual, peningkatan etos kerja dan yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan kadar produktifitas kerja (Emil Salim 1994: 49).

Dari ungkapan tersebut arah pemikiran tertuju pada upaya peningkatan kualitas SDM yang seimbang antara peningkatan kualitas material dan kualitas spiritual. Pada akhirnya tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana mengupayakan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas kesejahteraan sehingga mereka terbebas dari belenggu kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan untuk dapat hidup layak dan mandiri di lingkungan masyarakat sendiri. Upaya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat difokuskan pada lima agenda utama, yaitu pertama peningkatan kualitas dan produktifitas SDM Jabar, kedua pengembangan struktur perekonomian regional yang tangguh, ketiga pemantapan kinerja pemerintah daerah, keempat peningkatan penerapan pembangunan berkelanjutan dan kelima peningkatan kualitas kehidupan sosial berlandaskan agama dan kebudayaan daerah.

Iklan

Februari 6, 2008 - Posted by | Life Skills

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: