PKBM PLS UPI

Ayo belajar … !!

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 3/5

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills)

Bagian III (dari 5 bagian)

Oleh, Dadang Yunus L, S.Pd.

Salah satu aktivitas PKBM/LifeskillsSelanjutnya definisi dan fungsi dari Pendidikan Non Formal sebagaimana yang tercantum di dalam UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 yaitu :

“Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan yang diselenggarakan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstrukur dan berjenjang. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional” (UU. Sisdiknas, 2004 : 23-2).

Dari penjelasan di atas Pendidikan Luar Sekolah (PLS) memiliki peran yang urgen di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung semakin cepat, sehingga menimbulkan kebutuhan yang beraneka ragam dalam hal peralihan informasi, pengetahuan serta keterampilan guna pengembangan potensi peserta didik, dengan menyeimbangkan antara pengetahuan dan keterampilan fungsional.

Satuan PLS atau Pendidikan Nonformal terdiri atas : lembaga kursus atau pelatihan; Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM); Majelis Taklim; serta satuan pendidikan yang sejenis berupaya menjembatani pemenuhan kebutuhan yang beraneka ragam tersebut.

Peserta didik atau warga belajar yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya menjadi konsumen Sumber Daya Alam (SDA) melainkan juga menjadi sumber daya bagi manusia itu sendiri. Sumber daya yang ada pada dirinya dapat dimanfaatkan yang meliputi tenaga fisiknya, pikirannya dan pengaruhnya (kepemimpinannya). Tentang kemampuan SDM serta peningkatan taraf hidup masyarakatnya, Philip H. Coombs dan Manzoor Ahmed (1973 : 15) mengemukakan bahwa : “Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat perlu diimbangi pemenuhan kebutuhan makan dan sandang setaraf dengan peningkatan jumlah penduduk. Untuk mewujudkan itu masyarakat perlu didorong untuk belajar meningkatkan produktifitasnya”.

Dengan demikian peningkatan kualitas SDM dalam bidang pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antar keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sementara dalam PLS sendiri pelaksanaan programnya selalu berdasarkan kebutuhan yang ada di masyarakat dan berorientasi pada relevansi dengan arah dan tujuan pembangunan nasional. Tujuan dan program PLS berorientasi pada waktu pendidikan yang singkat, isi program berpusat pada lulusan dan kepentingan perorangan, menekankan pada pelatihan dan praktek, persyaratan masuk ditentukan bersama peserta didik, serta penyajiannya dilakukan dalam lingkungan peserta didik, berpusat pada peserta didik, pengawasan diatur sendiri, dan demokratis (Djudju Sudjana, 1993 : 13).

Iklan

Februari 6, 2008 - Posted by | Life Skills

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: